Pages

Senin, 10 Februari 2014

Simulasi kerusuhan pemilu di gedung KPU

Sebanyak 300 personel polisi diterjunkan dalam gladi resik simulasi pengamanan di kantor Komisi Pemilihan Umum hari ini. Mereka didatangkan dalam simulasi untuk mengantisipasi potensi kerusuhan yang terjadi saat pleno penghitungan suara.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan latihan simulasi itu sangat krusial lantaran sensitif bagi para peserta pemilu. 

Momen penghitungan suara di gedung KPU, kata Rikwanto, pasti mengundang pendukung masing-masing partai yang bertarung dalam pemilu ini. Di antara mereka pasti ada yang kalah dan merasa dirugikan. "Jika para pendukung membuat onar, polisi sudah menyiapkan barakuda dan water canon," kata Rikwanto saat dijumpai di kantor KPU pada Senin, 10 Januari 2014.

Polisi, kata Rikwanto, akan memastikan proses sidang pleno tetap berjalan. Simulasi juga membuat kondisi terburuk, yakni anggota KPU yang memimpin sidang rapat pleno diamankan ke save room saat keadaan menjadi tak terkendali.

Sebelumnya Polda Metro Jaya bersama Polres Jakarta Pusat dan Polsek Menteng melakukan gladi bersih untuk mempersiapkan simulasi pengamanan pemilu yang akan digelar besok di gedung KPU.

Simulasi dilakukan di gedung KPU untuk membaca situasi dan kondisi langsung di lapangan saat kerusuhan berlangsung.

0 komentar:

Posting Komentar